Oxalates ialah zat-zat alami yang ditemukan di dalam tanaman, hewan, dan manusia.

Dalam terminologi kimiawi, oxalates menjadi anggota dari suatu kelompok melekul yang disebut asam-asam organik, dan secara rutin diproduksi oleh tanaman, binatang dan manusia.

Tubuh kita selalu mengandung oxalates, dan cell-cell kita secara rutin mengonversi zat-zat lain menjadi oxalates. Misalnya, vitamin C itu ialah salah satu zat yang secara rutin dikonversi menjadi oxalates oleh cell-cell kita.

Selain yang dibuat di dalam badan kita, oxalates juga dapat berasal dari luar badan kita, yaitu dari makanan-makanan yang mengandungnya.

Berikut ini beberapa teladan sumber-sumber oxalates yang paling umum, disusun berdasarkan kelompok makanan. Penting untuk dicatat bahwa daun-daun dari suatu flora itu hampir selalu mengandung level oxalates tertinggi dibanding akar, batang dan rantingnya.

  • Buah-buahan: blackberries, blueberries, raspberries, strawberries, currants, kiwifruit, concord (purple) grapes, figs, tangerines, dan plums.
  • Sayuran: bayam, Swiss chard, beet greens, collards, okra, parsley, leeks dan quinoa ialah sayuran yang paling banyak mengandung oxalates, sedangkan seledri, green beans, rutabagas, dan summer squash dianggap mengandung oxalates dalam skala menengah.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian: almond, cashews, dan kacang tanah.
  • Legumes: kacang kedele, tofu dan produk-produk kedele lainnya.
  • Grains: kulit gandum, bibit gandum, quinoa (suatu sayuran yang seringkali dipakai ibarat suatu grain.)
  • Lain-lain: cocoa, coklat, dan teh hitam.

Oxalates dan Kesehatan

Ada beberapa kondisi kesehatan yang mengharuskan pembatasan ketat oxalates. Kondisi-kondisi ini antara lain absorptive hypercalciuria type II, enteric hyperoxaluria, dan primary hyperoxaluria.

Oxalates asupan itu biasanya dibatasi hingga 50 miligram per hari dibawah kondisi-kondisi ini. (Harap dicatat bahwa kondisi-kondisi kesehatan yang relatif jarang ini berbeda dengan suatu kondisi yang lebih umum yang disebut nephrolithiasis dimana batu-batu ginjal terbentuk, 80% dari kalsium dan oxalates).

Seperti apa 50 miligram oxalates itu akan terlihat dalam menyangkut makanan?

Satu cup bayam mentah dalam bentuk daun (tidak terpotong) dengan berat sekitar satu ons, dan mengandung sekitar 200 miligram oxalate, jadi 50 miligram untuk satu hari akan mengijinkan seseorang untuk hanya mengonsumsi 1/4 cup bayam mentah (dan tidak ada sumber-sumber oxalate lain yang dapat dimakan hari itu.)

Oxalates dan Batu Ginjal

Pembentukan batu-batu ginjal yang mengandung oxalate itu ialah suatu bidang kontroversi dalam nutrisi klinis dalam menyangkut pembatasan asupan oxalate. Sekitar 80% dari watu ginjal yang dibuat oleh orang cukup umur di U.S. itu ialah batu-batu oxalate kalsium.

Namun, dari penelitian masih belum terang bahwa pembatasan asupan oxalate membantu mencegah pembentukan batu-batu oxalate kalsium pada orang-orang yang sebelumnya sudah membentuk batu-batu tersebut.

Karena asupan dari masakan oxalates diperkirakan hanya menyumbang 10-15% dari oxalates yang ditemukan di dalam urine dari orang-orang yang membentuk batu-batu oxalate kalsium, maka banyak peneliti yang percaya bahwa pembatasan asupan tidak dapat mengurangi resiko pembentukan watu secara signifikan.

Selain pengamatan diatas, studi-studi penelitian terbaru telah memperlihatkan bahwa asupan protein, kalsium dan air itu menghipnotis oxalates kalsium yang memperlihatkan dampak pembentukan watu sama banyak, atau lebih dari asupan oxalate.

Terakhir, berdasarkan hasil penelitian terbaru, beberapa masakan yang secara tradisional telah diasumsikan dapat meningkatkan pembentukan watu alasannya kandungan oxalate nya (misalnya teh hitam), itu malah bergotong-royong tampak mempunyai suatu pengaruh pencegahan.

Untuk semua alasan diatas, dikala seorang praktisi perawatan kesehatan menganjurkan pembatasan asupan oxalates untuk mencegah pembentukan watu kalsium oxalate pada orang-orang yang sudah pernah membentuk batu-batu tersebut, mereka seringkali lebih menyarankan "pembatasan" atau "mengurangi" asupan oxalate dari pada menetapkan suatu jumlah miligram tertentu yang seharusnya dihentikan dilanggar.

"Mengurangi sebanyak yang dapat ditoleransi" itu ialah cara lain dari anjuran-anjuran yang sering dinyatakan.

Efek Memasak Pada Oxalates

Memasak itu mempunyai suatu dampak yang relatif kecil pada kandungan oxalate di dalam makanan. Studi-studi kimiawi masakan telah berulang kali memperlihatkan bahwa secara statistik tidak ada penurunan dalam kandungan oxalate sehabis merebus sayuran-sayuran berdaun hijau.

Suatu penurunan kandungan oxalate sekitar 5-15% itu ialah yang tertinggi yang dapat anda harapkan dikala memasak suatu masakan yang tinggi dalam oxalate. Memang tidak masuk nalar untuk terlalu usang memasak makanan-makanan yang mengandung oxalate hanya untuk mengurangi kandungan oxalate nya.

Karena banyak vitamin dan mineral yang akan lebih cepat hilang jawaban proses memasak yang telalu usang dibanding oxalate, memasak masakan secara berlebihan (terutama sayuran) itu lebih mungkin akan mengurangi gizi dibanding mengurangi oxalates.

Bagi sebagian besar orang yang belum pernah mengalami dilema spesifik yang digambarkan diatas, makanan-makanan yang mengandung oxalate itu seharusnya tidak menjadi suatu dilema bagi kesehatan.

Di bawah sebagian besar kondisi, makanan-makanan yang tinggi oxalates contohnya bayam itu dapat dimakan dalam keadaan mentah atau dimasak dan digabungkan ke dalam suatu hidangan mingguan atau harian alasannya bayam itu dapat menjadi suatu pemanis yang menyehatkan bagi sebagian besar perencanaan makan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top