Kalsium ialah suatu mineral yang merupakan pecahan essensial dari tulang dan gigi. Jantung, syaraf, dan sistem pembekuan darah juga memerlukan kalsium semoga bisa bekerja.
Kalsium itu dipakai untuk mengobati dan mencegah level kalsium yang rendah dan menghasilkan kondisi-kondisi tulang termasuuk osteoporosis (melemahnya tulang akhir kepadatan tulang yang rendah), rakhitis (suatu kondisi pada belum dewasa yang melibatkan melembutnya tulang-tulang), dan osteomalacia (pelembutan tulang yang melibatkan nyeri).
Kalsium itu itu juga dipakai untuk premenstrual syndrome (PMS), kram-kram kaki selama kehamilan, tekanan darah tinggi dimasa kehamilan (pre-eclampsia), dan mengurangi resiko kanker usus dan rectal.
Sebagian orang memakai kalsium untuk komplikasi-komplikasi setelah operasi bypass usus, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, Lyme disease, untuk mengurangi level flouride yang tinggi pada anak-anak, dan untuk mengurangi level timah yang tinggi.
Kalsium carbonate itu dipakai sebagai suatu antacid untuk “heartburn.” Kalsium carbonate dan kalsium acetate itu juga dipakai untuk mengurangi level phospate pada penderita penyakit ginjal.
Makanan-makanan yang banyak mengandung kalsium antara lain susu dan produk-produk dairy, kale dan brokoli, juga jus-jus citrus yang diperkaya dengan kalsium, air mineral, ikan kalengan dengan tulang, dan produk-produk kedele yang diproses dengan kalsium.
Kalsium bisa berinteraksi dengan banyak sekali obat-obatan resep, tapi terkadang efek-efeknya bisa di minimalisir dengan memakai kalsium pada waktu yang berbeda.
Bagaimana cara kerjanya?
Tulang dan gigi mengandung lebih dari 99% kalsium di dalam tubuh manusia. Kalsium itu juga di temukan di dalam darah, otot, dan jaringan-jaringan lain. Kalsium di dalam tulang bisa dipakai sebagai suatu simpanan yang bisa dilepaskan ke dalam tubuh ketika dibutuhkan.
Konsentrasi kalsium di dalam tubuh itu cenderung menurun seiring pertambahan usia lantaran dilepaskan dari tubuh melalui keringat, kulit, cell-cell, dan limbah.
Selain itu, ketika perempuan menua, perembesan kalsium cenderung merosot lantaran berkurangnya level estrogen. Penyerapan kalsium bisa bervariasi tergantung ras, gender, dan usia.
Tulang itu selalu diurai dan dibuat kembali, dan kalsium dibutuhkan untuk proses ini. Menggunakan kalsium ekstra membantu pembentukan kembali tulang dengan benar dan semoga tetap kuat.
Penggunaan dan Efektivitas Kalsium
Efektif untuk:
- Meningkatkan level kalsium pada orang-orang yang mempunyai kalsium rendah.
- Mencegah level kalsium rendah.
- Mengembalikan level potassium tinggi, ketika diberikan secara intravenous (IV)
- Digunakan sebagai suatu antacid seperi kalsium carbonate.
- Mengurangi level phospate pada penderita penyakit ginjal.
Kemungkinan Besar Efektif untuk:
- Mengobati osteoporosis (tulang keropos). Menggunakan kalsium melalui lisan itu efektif untuk mencegah dan mengobati tulang keropos dan osteoporosis. Sebagian besar pertumbuhan tulang terjadi pada tahun-tahun remaja, dan kemudian kekuatan tulang pada perempuan tetap bertahan hingga sekitar usia 30-40 tahun.
Setelah berusia 40 tahun, kerusakan tulang biasanya terjadi pada tingkat 0,5% hingga 1% per tahun. Pada pria, ini terjadi bberapa dekade kemudian. Terjadi lebih banyak kerusakan tulang kalau jumlah kalsium yang di sanggup dari diet itu kurang dari yang dianjurkan.
Hal tersebut sangat umum terjadi diantara orang-orang Amerika. Kerusakan tulang pada perempuan diatas 40 tahun bisa dikurangi dengan memakai supplement kalsium.
Sebagian peneliti memperkirakan bahwa memakai kalsium selama 30 tahun setelah menopause mungkin menghasilkan suatu peningkatan 10% dalam kekuatan tulang, dan 50% pengurangan dalam tingkat penguraian tulang.
- Mencegah kerusakan tulang yang disebabkan oleh tidak cukupnya kalsium di dalam diet. Ini bisa mengurangi resiko tulang keropos.
- Mengurangi gejala-gejala premenstrual syndrome (PMS). Tampaknya terdapat suatu relasi antara asupan kalsium yang rendah dengan gejala-gejala PMS. Mengonsumsi kalsium setiap hari secara signifikan tampak mengurangi perubahan-perubahan mood, perut kembung, ngidam makanan, dan nyeri.
Selain itu, meningkatkan asupan kalsium dari masakan tampaknya bisa mencegah PMS. Wanita yang mengonsumsi rata-rata 1.283 mg kalsium per hari dari masakan tampak mempunyai resiko sekitar 30% lebih rendah untuk menyebarkan
PMS dibanding perempuan yang mengonsumsi rata-rata 529 kalsium per hari. Namun, memakai supplement kalsium tampak tidak bisa mencegah PMS.
- Meningkatkan kepadatan tulang janin pada perempuan hamil dengan asupan kalsium yang rendah.
- Mengurangi kerusakan tulang pada orang-orang yang memakai obat-obatan yang disebut corticosteroids, ketika dipakai dalam kombinasi dengan vitamin D.
- Mengurangi level hormon thyroid pada penderita gagal ginjal.
Kemungkinan Efektif untuk:
- Mengurangi resiko kanker colorectal. Penelitian menyiratkan bahwa asupan masakan atau supplemental kalsium yang tinggi tampak bisa mengurangi resiko kanker colorectal. Penelitian juga memperlihatkan bahwa memakai supplement kalsium mungkin membantu menjaga kanker colorectal semoga tidak kambuh.
- Tekanan darah tinggi. Menggunakan supplement kalsium tampak bisa sedikit mengurangi tekanan darah (biasanya sekitar 1-2 mmHg) pada orang yang mempunyai atau tidak mempunyai tekanan darah tinggi. Kalsium tampak lebih efektif pada orang-orang yang sensitif garam dan orang-orang yang biasanya mendapat sangat sedikit kalsium. Menggunakan kalsium melalui lisan juga tampak membantu mengurangi tekanan darah pada orang yang menderita penyakit ginjal serius.
- Tekanan darah tinggi selama masa kehamilan (pre-eclampsia). Menggunakan 1-2 gram kalsium melalui lisan setiap hari tampak bisa mengurangi tekanan darah tinggi yang berafiliasi dengan kehamilan. Kalsium tampak bisa mengurangi resiko tekanan darah tinggi dimasa kehamilan sebanyak lebih kurang 50%. Kalsium tampak memperlihatkan imbas terbesar pada perempuan yang beresiko tinggi dan perempuan yang level kalsiumnya rendah.
- Kolesterol tinggi. Menggunakan supplement kalsium bersama dengan suatu diet rendah lemak atau rendah kalori mungkin bisa mengurangi kolesterol. Menggunakan kalsium saja, tanpa diet kalori terbatas, tampak tidak bisa mengurangi kolesterol.
- Mengurangi berat tubuh dan lemak tubuh ketika berdiet. Orang sampaumur dan belum dewasa yang rendah asupan kalsium itu lebih mungkin untuk mendapat penambahan berat badan, mempunyai body mass index (BMI) yang lebih tinggi, dan menjadi overweight atau obese dibanding orang-orang yang tinggi asupan kalsium. Sehingga para peneliti ingin mempelajari apakah meningkatkan asupan kalsium mungkin membantu mengurangi berat badan. Beberapa penelitian klinis memperlihatkan bahwa meningkatkan konsumsi kalsium dari produk-produk dairy contohnya yogurt tampak bisa meningkatkan pengurangan berat badan, lean body mass, dan penghilangan lemak pada orang-orang yang berada pada suatu diet rendah kalori kalau pada suatu diet rutin yang tidak membatasi kalori.
- Mencegah stroke pada wanita.
- Mencegah keracunan fluoride pada belum dewasa ketika dipakai dengan vitamin C dan vitamin D.
- Mengurangi kerusakan gigi pada manula.
Kemungkinan Tidak Efektif untuk:
- Mencegah kanker payudara pada perempuan manula (postmenopausal).
- Mengurangi level timah pada perempuan yang menyusui.
Belum Cukup Bunti untuk:
- Mencegah terjatuh. Bukti-bukti menyiratkan bahwa kalsium plus vitamin D mungkin membantu mencegah terjatuh dengan cara mengurangi ayunan tubuh dan membantu menjaga tekanan darah semoga tetap normal. Kalsium saja tampak tidak memperlihatkan manfaat yang sama ini. Yang menarik adalah, kalsium plus vitamin D tampak mencegah terjatuh pada wanita, tapi tidak pada pria.
- Sindrom metabolic. Beberapa bukti menyiratkan bahwa mendapat lebih banyak kalsium dari diet dan supplement, sendiri atau dikombinasikan dengan vitamin D, mungkin menurunkan resiko pengembangan sindrom metabolic.
- Kanker. Penelitian memperlihatkan bahwa perempuan manula yang sehat dan memakai 1400-1500 mg kalsium per hari plus 1100 IU vitamin D3 (cholecalciferol) per hari mempunyai 60% resiko lebih rendah untuk menyebarkan kanker jenis apappun.
- Kram-kram kaki yang berafiliasi dengan kehamilan. Bukti yang terbatas memperlihatkan bahwa kalsium bisa membantu mencegah kram-kram kaki pada masa kedua kehamilan.
- Diabetes. Beberapa bukti menyiratkan bahwa mendapat kalsium lebih dari diet dan supplement, entah kalsium saja atau dikombinasikan dengan vitamin D, mungkin bisa menurunkan resiko pengembangan diabetes type 2.
- Lyme disease.
- Kejang-kejang.
- Kondisi-kondisi lain.
Bukti embel-embel diharapkan untuk menilai efektivitas supplement kalsium untuk kegunaan-kegunaan ini.
Efek Samping dan Keamanan Kalsium
Supplement kalsium kemungkinan besar aman bagi sebagian besar orang kalau dipakai dalam takaran yang dianjurkan. Supplement kalsium bisa mengakibatkan efek-efek samping ringan contohnya sendara dan gas.
Hindari terlalu banyak memakai supplement kalsium. Institute of Medicine memutuskan tolerable upper intake level (UL) harian untuk kalsium menurut usia sebagai berikut: Usia 0-6 bulan, 1.000 mg; 6-12 bulan, 1.500 mg; 1-3 tahun, 2.500 mg; 9-18 tahun, 3.000 mg; 19-50 tahun, 2.5000; 51 tahun keatas 2.000 mg.
Dosis-dosis yang lebih tinggi meningkatkan peluang untuk mengalami efek-efek samping yang serius. Beberapa penelitian terbaru juga menyiratkan bahwa takaran diatas jumlah harian yang direkomendasikan yaitu 1.000-1.300 mg per hari untuk sebagian besar orang sampaumur mungkin meningkatkan kemungkinan serangan jantung.
Penelitian ini mengkhawatirkan, tapi masih terlalu dini untuk menyampaikan dengan niscaya bahwa kalsium itu benar-benar mengakibatkan serangan jantung.
This research is concerning, but it is still too soon to say for certain that calcium is truly the cause of heart attack. Until more is known, continue consuming adequate amounts of calcium to meet daily requirements, but not excessive amounts of calcium. Be sure to consider total calcium intake from both dietary and supplemental sources and try not to exceed 1000-1300 mg of calcium per day. To figure out dietary calcium, count 300 mg/day from non-dairy foods plus 300 mg/cup of milk or fortified orange juice.
Pencegahan dan Peringatan Khusus:
Wanita hamil dan menyusui: Kalsium itu kemungkinan besar kondusif ketika dipakai dalam jumlah-jumlah yang direkomendasikan selama masa kehamilan dan menyusui.
Level fosfat yang tinggi di dalam darah (hyperphosphatemia) atau level fosfat yang rendah di dalam darah (hypophosphatemia): Kalsium dan fosfat harus seimbang di dalam tubuh. Menggunakan terlalu banyak kalsium bisa merusak keseimbangan ini dan menimbulkan bahaya. Jangan memakai kalsium ekstra tanpa pengawasan dari dokter.
Thyroid yang kurang aktif (hypothyroidism): Kalsium bisa mengganggu pengobatan pengganti hormon thyroid. Pisahkan obat-obatan thyroid dengan kalsium setidaknya 4 jam.
Terlalu banyak kalsium di dalam darah (seperti pada gangguan-gangguan kelenjar parathyroid dan sarcoidosis): Kalsium seharusnya dihindari kalau anda mempunyai kondisi-kondisi ini.
Interaksi-interaksi Kalsium
Interaksi Utama Jangan Menggunakan Kombinasi ini:
- Ceftriaxone (Rocephin) berinteraksi dengan Kalsium
Memberikan intravenous ceftriaxone dan kalsium bisa menjadikan kerusakan yang mengancam nyawa pada paru-paru dan ginjal. Kalsium seharusnya tidak diberikan secara intravenous dalam 48 jam setelah intravenous ceftriaxone.
Interaksi Menengah Berhati-hatilah dengan Kombinasi ini:
- Antibiotik (Quinolone antibiotics) berinteraksi dengan Kalsium
Kalsium mungkin mengurangi seberapa banyak antibiotik diserap oleh tubuh anda. Menggunakan kalsium bersama dengan antiobiotik mungkin mengurangi efektivitas sebagian antiobiotik. Untuk menghindari interaksi ini, gunakan supplement kalsium minimal 1 jam setelah antibiotik.
Beberapa antibiotik yang mungkin berinteraksi dengan kalsium antara lain ciprofloxacin (Cipro), enoxacin (Penetrex), norfloxacin (Chibroxin, Noroxin), sparfloxacin (Zagam), dan trovafloxacin (Trovan).
- Antibiotik (Tetracycline antibiotics) berinteraksi dengan Kalsium
Kalsium bisa mengikatkan diri ke sebagian antibiotik yang disebut tetracyclines di dalam lambung. Ini mengurangi jumlah tetracyclines yang bisa diserap.
Menggunakan kalsium dengan tetracyclines mungkin mengurangi efektivitas tetracyclines. Untuk menghindari interaksi ini, gunakan kalsium sebelum 2 jam atau 4 jam setelah tetracyclines.
Sebagian tetracyclines itu antara lain demeclocycline (Declomycin), minocycline (Minocin), and tetracycline (Achromycin, dan lain-lain).
- Bisphosphonates berinteraksi dengan Kalsium
Kalsium bisa mengurangi seberapa banyak bisphosphate yang diserap oleh tubuh anda. Menggunakan kalsium bersama dengan bisphosphate bisa mengurangi efektivitas bisphosphate. Untuk menghindari interaksi ini, gunakan bisphosphate minimal 30 menit sebelum atau sehabis kalsium.
Sebagian bisphosphonates itu antara lain alendronate (Fosamax), etidronate (Didronel), risedronate (Actonel), tiludronate (Skelid), dan lain-lain.
- Calcipotriene (Dovonex) berinteraksi dengan Kalsium
Calcipotriene (Dovonex) ialah suatu obat yang ibarat dengan vitamin D. Vitamin D membantu tubuh anda untuk menyerap kalsium. Menggunakan supplement kalsium bersama dengan calcipotriene (Dovonex) mungkin mengakibatkan tubuh terlalu banyak menyerap kalsium.
- Digoxin (Lanoxin) berinteraksi dengan Kalsium
Kalsium bisa mempengaruhi jantung anda. Digoxin (Lanoxin) itu dipakai untuk membantu jantung anda semoga berdetak lebih kencang. Menggunakan kalsium bersama dengan Digoxin (Lanoxin) mungkin meningkatkan efek-efek Digoxin (Lanoxin) dan mengarah pada detak jantung yang tidak terarur.
Jika anda memakai Digoxin (Lanoxin), bicarakan dengan dokter anda sebelum memakai supplement kalsium.
- Diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac) berinteraksi dengan Kalsium
Kalsium bisa mempengaruhi jantung anda. Diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac) juga bisa mempengaruhi jantung anda. Menggunakan kalsium dalam jumlah yang besar bersama dengan diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac) mungkin mengurangi efektivitas diltiazem (Cardizem, Dilacor, Tiazac).
- Levothyroxine berinteraksi dengan Kalsium
Levothyroxine itu dipakai untuk fungsi thyroid yang rendah. Kalsium bisa mengurangi seberapa banyak levothyroxine yang diserap oleh tubuh anda. Menggunakan kalsium bersama dengan levothyroxine mungkin mengurangi efektivitas levothyroxine.
Levothyroxine dan kalsium seharusnya dipakai secara terpisah minimal selama 4 jam.
Beberapa merek yang mengandung levothyroxine antara lain Armour Thyroid, Eltroxin, Estre, Euthyrox, Levo-T, Levothroid, Levoxyl, Synthroid, Unithroid, dan lain-lain.
- Sotalol (Betapace) berinteraksi dengan Kalsium
Menggunakan kalsium bersama dengan sotalol (Betapace) bisa mengurangi seberapa banyak sotalol (Betapace) yang diserap oleh tubuh anda. Menggunakan kalsium bersama dengan sotalol (Betapace) mungkin mengurangi efektivitas sotalol (Betapace).
Untuk menghindari interaksi ini, gunakan kalsium minimal 2 jam sebelum atau 4 jam sehabis memakai sotalol (Betapace).
- Verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan) berinteraksi dengan Kalsium
Kalsium bisa mempengaruhi jantung anda. Verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan) juga bisa mempengaruhi jantung anda. Jangan memakai kalsium dalam jumlah besar kalau anda memakai verapamil (Calan, Covera, Isoptin, Verelan).
- Water pills (Thiazide diuretics) berinteraksi dengan Kalsium
Sebagian "water pills" meningkatkan jumlah kalsium di dalam tubuh. Menggunakan kalsium dalam jumlah besar bersama dengan beberapa "water pills" mungkin mengakibatkan terlalu banyak kalsium di dalam tubuh. Ini bisa mengakibatkan efek-efek samping yang serius, termasuk masalah-masalah ginjal.
Sebagian dari "water pills" antara lain chlorothiazide (Diuril), hydrochlorothiazide (HydroDIURIL, Esidrix), indapamide (Lozol), metolazone (Zaroxolyn), dan chlorthalidone (Hygroton).
Interaksi Ringan Berhati-hatilah dengan Kombinasi ini:
- Estrogens berinteraksi dengan Kalsium
Estrogen membantu tubuh menyerap kalsium. Menggunakan pill-pill estrogen bersama dengan sejumlah besar kalsium mungkin terlalu banyak meningkatkan kalsium di dalam tubuh.
Pill-pill estrogen itu antara lain conjugated equine estrogens (Premarin), ethinyl estradiol, estradiol, dan lain-lain.
- Obat-obatan untuk tekanan darah tinggi (Calcium channel blockers) berinteraksi dengan Kalsium
Sebagian obat-obatan untuk darah tinggi itu mempengaruhi kalsium di dalam tubuh. Obat-obatan ini disebut calcium channel blockers. Mendapatkan suntikan kalsium mungkin mengurangi efektivitas obat-obatan untuk tekanan darah tinggi ini.
Sebagian obat-obatan untuk tekanan darah tinggi itu antara lain nifedipine (Adalat, Procardia), verapamil (Calan, Isoptin, Verelan), diltiazem (Cardizem), isradipine (DynaCirc), felodipine (Plendil), amlodipine (Norvasc), dan lain-lain.
Dosis Kalsium
Dosis-dosis berikut ini telah di pelajari di dalam penelitian ilmiah:
Melalui mulut:
- Untuk mencegah level kalsium rendah: 1 gram kalsium elemental per hari itu biasa digunakan.
- Untuk heartburn: Kalsium carbonate sebagai suatu antacid itu biasanya diharapkan sebanyak 0,5-1,5 gram.
- Untuk mengurangi fosfat pada orang sampaumur yang mengalami gagal renal kronis: Dosis awal kalsium acetate ialah 1,334 gram (338 mg kalsium elemental) dengan setiap kali makan, ditingkatkan menjadi 2-2,67 gram (500-680 kalsium elemental) setiap kali makan kalau diperlukan.
- Untuk pencegahan tulang keropos (osteoporosis): Dosis 1-1,6 gram kalsium elemental harian dari masakan dan supplement. Panduan-panduan pengobatan osteoporosis di Amerika Utara ketika ini menganjurkan 1.200 mg kalsium per hari.
- Untuk pencegahan tulang keropos pada perempuan menopausal diatas 40 tahun: 1 gram.
- Untuk perempuan hamil dengan asupan masakan kalsium yang rendah: Untuk untuk meningkatkan kepadatan tulang janin berkisar dari 300-1.300 mg/hari di mulai pada ahad ke 20-22.
- Untuk premenstrual syndrome (PMS): 1-1.2 gram kalsium perhari sebagai kalsium carbonate.
- Untuk mengurangi level hormon thyroid pada penderita gagal renal kronis: 2-21 gram kalsium carbonate.
- Untuk mencegah kerusakan tulang pada orang yang memakai obat-obatan corticosteroid: Bagi takaran harian sebanyak 1 gram kalsium elemental per hari.
- Untuk tekanan darah tinggi: 1-1,5 gram kalsium per hari.
- Untuk mencegah tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre-eclampsia): 1-2 gram kalsium elemental per hari sebagai kalsium carbonate.
- Untuk mencegah kanker colorectal dan terulangnya tumor-tumor colorectal benign (adenomas): 1.200-1.600 mg/hari.
- Untuk kolesterol tinggi: 1.200 mg per hari dengan atau tanpa vitamin D 400 IU per hari telah dipakai dalam konjungsi dengan suatu diet rendah lemak atau diet kalori terbatas.
- Untuk mencegah keracunan fluoride pada anak-anak: Kalsium 125 mg dua kali sehari, dalam kombinasi dengan ascorbic acid dan vitamin D.
- Untuk mengurangi berat badan, meningkatkan konsumsi kalsium dari produk-produk dairy hingga total asupan 500-2.400 mg/hari dalam kombinasi dengan suatu diet kalori terbatas telah digunakan.
Kalsium carbonate dan kalsium citrate itu ialah dua bentuk kalsium yang paling umum digunakan.
Supplement-supplement kalsium itu biasanya dibagi dalam dua takaran harian untuk meningkatkan penyerapan. Akan lebih baik untuk memakai kalsium dengan masakan dalam takaran 500 mg atau kurang.
Institute of Medicine mempublikasikan suatu recommended daily allowance (RDA) untuk kalsium yaitu suatu asumsi level asupan yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari hampir semua orang yang sehat dalam populasi.
RDA ketika ini ditetapkan tahun 2010. RDA itu berbeda-beda menurut usia yaitu sebagai berikut: Usia 1-3 tahun, 700 mg; 4-8 tahun, 1.000 mg; 9-18 tahun, 1.300 mg; 19-50 tahun, 1.000 mg; Pria 51-70 tahun, 1.000 mg; Wanita 51-70 tahun, 1.200 mg; 70 tahun keatas, 1.200 mg; Wanita hamil atau menyusui (dibawah 19 tahun), 1.300 mg; Wanita hail atau menyusui (19-50 tahun), 1.000 mg.
Institute of Medicine juga memutuskan tolerable upper intake level (UL) harian untuk kalsium menurut usia yaitu sebagai berikut: Usia 0-6 bulan, 1.000 mg; 6-12 bulan, 1.500 mg; 1-3 tahun, 2.500 mg; 9-18 tahun, 3.000 mg; 19-50 tahun, 2.500 mg; 51 tahun keatas, 2.000 mg. Dosis diatas level-level ini seharusnya dihindari.
Dosis diatas level asupan harian yang direkomendasikan yaitu 1.000-1.300 mg per hari untuk sebagian besar orang sampaumur telah dihubungkan dengan suatu peningkatan resiko serangan jantung.
Sampai lebih diketahui, teruslah mengonsumsi jumlah kecukupan kalsium untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan harian, bukan dalam jumlah yang berlebihan. Pastikan untuk mempertimbangkan total kalsium asupan dari sumber-sumber masakan maupun supplemental dan cobalah untuk tidak melebihi 1.000-1.300 kalsium per hari.
0 komentar:
Posting Komentar